PMII Komfakda Resmi Lantik Pengurus Baru, “Merawat Tradisi, Meneguhkan Kaderisasi, dan Bergerak Menuju Transformasi”
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tangerang Selatan, 18 Juli 2026 – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komfakda resmi melantik jajaran pengurus baru masa khidmat 2026–2027 dalam sebuah prosesi pelantikan yang diselenggarakan di Aula Aswaja 2, Pondok Aren, Sabtu (18/7).
Pelantikan ini mengusung semangat regenerasi kepemimpinan dan penguatan peran kader dalam menjawab tantangan organisasi, masyarakat, serta perkembangan zaman. Kegiatan dihadiri oleh pengurus PMII di berbagai tingkatan, alumni, tamu undangan, dan kader PMII.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat melalui pembacaan Surat Keputusan, pembacaan sumpah jabatan, serta bersalaman dengan semua hadirin tamu undangan dan kader PMII.
Dalam sambutannya, Ketua Komisariat PMII Komfakda Marie Muhammad Wildan menegaskan “Bagi saya, transformasi bukan berarti meninggalkan tradisi. Justru transformasi harus dibangun di atas tradisi yang kuat. Kita harus tetap menjaga budaya diskusi. Kita harus tetap menjaga budaya membaca. Kita harus tetap menjaga budaya kaderisasi. Namun pada saat yang sama kita juga harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, memperkuat literasi digital, meningkatkan profesionalisme organisasi, serta membangun komunikasi yang lebih efektif agar PMII tetap relevan di tengah perkembangan zaman”.
Sementara itu, Ketua KOPRI Chika Rahma Aulia menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan roda organisasi secara profesional serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi kader maupun masyarakat. Melalui kepengurusan yang baru ini, diharapkan akan lahir berbagai program kerja yang inovatif, relevan, dan memberikan manfaat nyata, baik bagi kader maupun masyarakat luas. Organisasi tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, pengetahuan, dan keterampilan para kader, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Dengan semangat baru, kerja sama yang kuat, dan rasa tanggung jawab yang tinggi, kepengurusan ini diharapkan mampu membawa organisasi menuju arah yang lebih maju, produktif, dan berdampak.
Kemudian, Bapak Farullah, S.Sos.I., mengutip bahwa pembelajaran bukanlah hal yang hanya bisa didapatkan melalui kegiatan belajar formal. Banyak sekali pembelajaran yang dapat kita ambil dari kegiatan keorganisasian di luar kegiatan belajar-mengajar formal. Setiap kegiatan, rapat, program kerja, hingga tantangan yang dihadapi dalam berorganisasi menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter dan memperluas wawasan. Dari sana, kita belajar untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi bersama ketika menghadapi masalah. Oleh karena itu, kegiatan keorganisasian dapat menjadi wadah pembelajaran yang sangat penting karena mampu membekali individu dengan keterampilan dan nilai-nilai yang tidak selalu diperoleh secara penuh melalui pendidikan formal.
Melalui kepengurusan baru ini, PMII Komfakda berkomitmen untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas intelektual dan kepemimpinan kader, serta mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, pengawalan isu-isu publik, dan pembangunan daerah.
Dengan terlaksananya pelantikan ini, PMII Komfakda berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga nilai-nilai Islami, serta terus menghadirkan gerakan yang solutif, inklusif, dan berdampak bagi kampus maupun masyarakat luas.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar