Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » PLENO ORGANISASI HARUS BAHAS NAHDLATUL UMMAH: SAATNYA NU BERPIKIR MELAMPAUI MENANG-KALAH

PLENO ORGANISASI HARUS BAHAS NAHDLATUL UMMAH: SAATNYA NU BERPIKIR MELAMPAUI MENANG-KALAH

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jombang – Rapat Pleno Organisasi Nahdlatul Ulama seharusnya tidak berhenti pada perdebatan siapa menang dan siapa kalah, apalagi terjebak dalam “deadlock” kepentingan internal. Forum organisasi harus berani memikirkan pertanyaan yang lebih besar: bagaimana masa depan dan kesejahteraan warga NU?

Gagasan Nahdlatul Ummah (Kebangkitan Umat) penting dibahas sebagai manhajul fikr sekaligus gerakan keumatan. Artinya, ukuran keberhasilan NU bukan hanya kuat secara struktur, tetapi sejauh mana warga NU menjadi lebih berpendidikan, lebih sejahtera, mandiri secara ekonomi, dan mampu menghadapi perubahan zaman.

Realitas di lapangan harus kita akui. Di sekitar arena elite, kita sering melihat kemapanan dan berbagai fasilitas, sementara di akar rumput masih banyak warga NU yang hidup sederhana, bahkan berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Gap ini terlalu tajam untuk dianggap biasa.

Persoalannya bukan siapa yang boleh hidup mewah. Kiai, pengusaha, profesional dan siapa pun tentu berhak hidup sejahtera. Persoalannya adalah bagaimana kemajuan sebagian warga NU dapat ditransformasikan menjadi kemaslahatan bagi jamaah yang lebih luas.

Karena itu, NU membutuhkan lompatan paradigma.

Dari jamaah sebagai massa menjadi jamaah sebagai subjek.

Dari politik menang-kalah menuju politik kemaslahatan.

Dari mengelola organisasi menuju membangun ekosistem umat.

Nahdlatul Ummah dapat dibangun di atas nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan Mabadi Khaira Ummah: kejujuran, amanah, tolong-menolong, keadilan dan istiqamah.

Gerakannya sederhana tetapi harus terukur: pendidikan yang berkualitas, ekonomi warga yang kuat, UMKM naik kelas, pesantren produktif, akses pembiayaan, wakaf produktif, digitalisasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan SDM muda NU.

NU memiliki modal sosial yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah mengubah jumlah menjadi kekuatan, jaringan menjadi ekosistem, dan potensi jamaah menjadi kesejahteraan nyata.

Jika warga NU bangkit melalui pendidikan dan ekonomi, maka NU bukan hanya memiliki jamaah yang besar, tetapi memiliki umat yang berdaya dan mandiri. Pada titik itu, semangat keadilan sosial dan kemakmuran bersama sebagaimana cita-cita Pasal 33 UUD 1945 menemukan bentuk konkretnya dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, Rapat Pleno Organisasi harus berani membahas Nahdlatul Ummah sebagai arah strategis NU ke depan.

Jangan sampai forum hanya sibuk menentukan siapa menang dan siapa kalah, sementara umat menunggu jawaban atas persoalan pendidikan, pekerjaan, ekonomi dan kesejahteraan.

Ukuran kebangkitan NU bukan seberapa kuat elitenya, tetapi seberapa berdaya warganya.

Nahdlatul Ummah: Bangkit Umatnya, Kuat Jam’iyahnya, Maslahat Bangsanya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika FOMO Menghantui: Bagaimana Saya Mengatasi Kerisauan Terhadap Apa yang Dilewatkan

    Ketika FOMO Menghantui: Bagaimana Saya Mengatasi Kerisauan Terhadap Apa yang Dilewatkan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: FOMO (Fear of Missing Out) adalah perasaan ketakutan ketika seseorang merasa ketinggalan momen atau informasi penting. Seiring waktu, FOMO telah menjadi gangguan mental yang umum dialami oleh 77% masyarakat Indonesia, berdasarkan data penelitian. Untuk mengatasi FOMO, kamu dapat mencoba cara-cara seperti mengatur prioritas, fokus pada kebutuhan, dan bermeditasi untuk meningkatkan kesadaran diri. Pembukaan […]

  • Ilustrasi panduan mengatasi musibah dengan ketabahan dan ikhtiar, menumbuhkan harapan.

    Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Kondusivitas Masyarakat: Solusi Nyata

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Tokoh agama berfungsi sebagai jembatan nilai moral dan norma sosial, sehingga dapat menenangkan ketegangan serta memicu dialog konstruktif antar kelompok. Dengan memberi contoh perilaku toleran dan menyampaikan pesan persatuan lewat khotbah atau pertemuan, mereka membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi keberagaman. Tokoh agama berperan sebagai penghubung nilai‑nilai moral dan dinamika sosial, sehingga mereka […]

  • PAM Jaya Sebut Penggunaan Air Pipa Perlambat Penurunan Muka Tanah

    PAM Jaya Sebut Penggunaan Air Pipa Perlambat Penurunan Muka Tanah

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle N Farhan
    • 0Komentar

    Bandung – PT Air Minum Jaya (Perseroda) mengatakan masifnya penggunaan air perpipaan berkontribusi dalam memperlambat fenomena penurunan permukaan tanah di Jakarta. Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin di Bandung, Jumat (30/10), menyebutkan hal itu merupakan hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi Jakarta pada rentang 2018 hingga 2025. […]

  • Kisah Kelas 10: Pengembangan Kurikulum Berbasis Keterampilan Abad 21

    Kisah Kelas 10: Pengembangan Kurikulum Berbasis Keterampilan Abad 21

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mengintegrasikan kompetensi kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif ke dalam tiap mata pelajaran, sambil menyesuaikan standar kompetensi dengan kebutuhan industri serta teknologi terkini, menjadi langkah utama. Prosesnya melibatkan analisis kebutuhan, pelibatan pemangku kepentingan, revisi silabus, serta pelatihan guru untuk metode pembelajaran aktif dan berbasis proyek. Pengembangan kurikulum berbasis keterampilan abad 21 menggabungkan kompetensi seperti kolaborasi, […]

  • Langkah Membangun Bisnis Berkah dan Berkelanjutan: 5 Ide Praktis

    Langkah Membangun Bisnis Berkah dan Berkelanjutan: 5 Ide Praktis

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Fokuskan pada nilai sosial yang jelas, seperti pemberdayaan komunitas atau keberlanjutan lingkungan, lalu bangun model bisnis yang mengintegrasikan profit dengan dampak positif. Selanjutnya, libatkan stakeholder sejak dini—pelanggan, mitra, dan masyarakat lokal—untuk memastikan produk atau layanan memang menjawab kebutuhan nyata. Terakhir, ukur hasilnya secara rutin dengan indikator keuangan dan sosial, sehingga perbaikan dapat dilakukan […]

  • Siswa mengikuti kelas edukasi pencegahan narkoba di ruang kelas, guru menjelaskan bahaya zat terlarang

    Inovasi Pengajaran Bahasa Arab Efektif untuk Pemula: 5 Langkah Praktis

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Menggabungkan media visual seperti video pendek dan kartu gambar membantu pemula mengaitkan kata Arab dengan makna nyata, sehingga ingatan lebih kuat. Pendekatan berbasis percakapan sehari‑hari, diperkaya dengan aplikasi berbasis gamifikasi, mempercepat penguasaan fonetik serta struktur kalimat dasar. Inovasi Pengajaran Bahasa Arab Efektif untuk Pemula menggabungkan teknologi terkini, pendekatan komunikatif, dan nuansa budaya sehingga […]

expand_less