Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Menkeu Suahasil: Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Lunas

Menkeu Suahasil: Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Lunas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta. Pencerahnews.com – Pemerintah menggunakan surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 55 triliun untuk melunasi kewajiban surat utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis ekonomi 1997-1998.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pelunasan kewajiban tersebut telah rampung pada Agustus 2026.

“Saat ini dengan adanya surplus BI Rp 55 triliun yang telah digunakan untuk membayar kembali kewajiban surat utang dalam rangka BLBI zaman dahulu, itu sekarang surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 97-98 kemarin tuntas kita selesaikan di bulan Agustus,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).

Suahasil menjelaskan pemerintah mengetahui adanya surplus BI saat proses audit laporan keuangan tahun 2025. Sesuai ketentuan perundang-undangan, surplus BI disetorkan ke kas negara.

Pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi penerimaan tersebut dengan mencantumkan proyeksi sebesar Rp 56,4 triliun dalam laporan semesteran. Dengan terealisasinya setoran surplus BI tersebut, pendapatan negara dari pos Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) mencapai Rp 58 triliun.

“Kalau Bank Indonesia itu memiliki surplus, dia akan memberikan kepada kas negara. Namun, undang-undang juga mengatakan bahwa kalau ada surplus dari Bank Indonesia itu, maka penggunaannya diatur,” kata Suahasil.

Menurut Suahasil, surplus BI yang masuk ke kas negara tersebut digunakan untuk menyelesaikan kewajiban surat utang negara yang diterbitkan pemerintah saat menangani krisis ekonomi pada akhir dekade 1990-an. Pelunasan surat utang terkait BLBI tersebut menyusul pelunasan kewajiban obligasi rekapitalisasi atau obligasi rekap pada Juli 2020.

“Pelunasan ini merupakan prestasi bagi pemerintah karena akhirnya kita terhadap kewajiban surat utang pemerintah obligasi rekap. Kalau obligasi rekap itu sudah lunas di tahun 2020. Kalau obligasi dalam rangka BLBI itu baru kita selesaikan kemarin,” ujar Suahasil.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak dalam Keluarga: Fakta Tersembunyi

    Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak dalam Keluarga: Fakta Tersembunyi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Edukasi hukum bagi orang tua membantu mereka memahami hak dan kewajiban serta cara melindungi anak dari risiko kekerasan, eksploitasi, atau penelantaran. Dengan pengetahuan tentang peraturan seperti Undang‑Undang Perlindungan Anak, keluarga dapat menciptakan lingkungan yang aman, mendukung tumbuh kembang optimal, serta menegakkan tanggung jawab bersama secara konsisten. Seringkali orang tua mengira bahwa melindungi anak […]

  • Catatan vs Tanpa: Edukasi Pentingnya Catatan Pernikahan Secara Hukum

    Catatan vs Tanpa: Edukasi Pentingnya Catatan Pernikahan Secara Hukum

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Catatan pernikahan menjadi bukti sah yang mengatur hak‑hak pasangan, mulai dari kepemilikan bersama, warisan, hingga akses layanan publik seperti KTP atau asuransi. Tanpa dokumen resmi, klaim hak dapat dipersulit atau dipertanyakan di pengadilan, sehingga melindungi kepastian hukum bagi kedua belah pihak. Catatan pernikahan resmi menjadi bukti hukum yang mengikat hak‑hak suami‑istri, mulai dari […]

  • Panduan Membangun Keluarga Harmonis dan Berkelanjutan

    Panduan Membangun Keluarga Harmonis dan Berkelanjutan 5 Langkah Praktis

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Membangun keluarga harmonis dan berkelanjutan dimulai dengan komunikasi terbuka, saling menghargai, serta penetapan nilai bersama yang menekankan tanggung jawab lingkungan. Praktikkan rutinitas bersama seperti mengelola sampah, menanam tanaman, atau menghemat energi untuk menumbuhkan kesadaran berkelanjutan pada semua anggota. Dukungan emosional yang konsisten memperkuat ikatan, menjadikan keluarga lebih resilient menghadapi tantangan. Membangun keluarga harmonis […]

  • Tips Mengawali Perkuliahan yang Tepat untuk Meningkatkan Peluang Sukses

    Tips Mengawali Perkuliahan yang Tepat untuk Meningkatkan Peluang Sukses

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mengawali perkuliahan memerlukan persiapan matang, umumnya melibatkan penyesuaian dengan lingkungan kampus dan manajemen waktu yang efektif. Rata-rata, mahasiswa baru membutuhkan beberapa minggu untuk beradaptasi. Berdasarkan pengalaman, membuat jadwal belajar yang terstruktur sangat membantu. Tips mengawali perkuliahan yang tepat dapat membantu meningkatkan peluang sukses di pendidikan tinggi. Tips mengawali perkuliahan melibatkan strategi untuk mempersiapkan […]

  • Mengelola Gaji Pertama dengan Tips Finansial Gen Z yang Praktis

    Mengelola Gaji Pertama dengan Tips Finansial Gen Z yang Praktis

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Tips finansial Gen Z melibatkan pengelolaan keuangan yang bijak dan disiplin. Umumnya, mereka memulai dengan menyisihkan 20% dari pendapatan untuk tabungan dan investasi. Berdasarkan data, rata-rata Gen Z mengalokasikan sekitar 30% dari penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Tips finansial Gen Z merujuk pada strategi pengelolaan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi […]

  • Membangun Kaya dari Bawah Sampah di Umur 20-an: Analisis Kasus Seseorang yang Membangun Keuangan yang Sehat atau Mengubah Gaji Rp 5 Juta di Umur 20-an Jadi Keuangan yang Seimbang

    Membangun Kaya dari Bawah Sampah di Umur 20-an: Analisis Kasus Seseorang yang Membangun Keuangan yang Sehat atau Mengubah Gaji Rp 5 Juta di Umur 20-an Jadi Keuangan yang Seimbang

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Keuangan umur 20-an merupakan fase kritis dalam pengelolaan keuangan pribadi, ketika individu harus mematok anggaran, mengelola utang, dan memulai tabungan untuk masa depan. Umumnya, orang pada usia ini telah lulus kuliah dan memulai karir profesional, sehingga memiliki pendapatan tetap. Namun, berdasarkan data, 63% muda Indonesia belum memiliki tabungan, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis […]

expand_less