Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » PAM Jaya Sebut Penggunaan Air Pipa Perlambat Penurunan Muka Tanah

PAM Jaya Sebut Penggunaan Air Pipa Perlambat Penurunan Muka Tanah

  • account_circle N Farhan
  • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung – PT Air Minum Jaya (Perseroda) mengatakan masifnya penggunaan air perpipaan berkontribusi dalam memperlambat fenomena penurunan permukaan tanah di Jakarta.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin di Bandung, Jumat (30/10), menyebutkan hal itu merupakan hasil penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membandingkan kondisi Jakarta pada rentang 2018 hingga 2025.

“Terbukti, volume air yang ada di tanah sudah mulai terisi dan kemudian bisa menahan laju turunnya muka tanah yang ada di Jakarta,” kata Arief.

Menurut dia, dengan adanya layanan air bersih melalui jaringan pipa, ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah diharapkan semakin berkurang.

“Riset dari Kementerian ESDM, Jakarta berhasil menahan laju penurunan muka tanah. Ini menandakan bahwa masyarakat Jakarta sudah banyak mulai menggunakan air perpipaan,” ujar Arief.

Dia menuturkan capaian tersebut membuktikan perluasan jaringan perpipaan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap upaya perbaikan lingkungan di Jakarta.

Arief pun mengapresiasi jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta atas sinergi yang selama ini terjalin bersama PAM Jaya dalam memperluas akses layanan air perpipaan.

Dia menilai kolaborasi antarlembaga tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih di Jakarta.

“Ini sesuatu yang secara fakta, bahwa layanan 83 persen ternyata terlihat dari riset yang dilakukan bukan oleh kami. Ini Badan Geologi yang melakukan riset,” tutur Arief.

Berdasarkan data PAM Jaya hingga September 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.222.484 sambungan, dengan total penerima manfaat sekitar sembilan juta jiwa.

Sementara itu, cakupan pelayanan air perpipaan tercatat sebesar 83,27 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PAM Jaya saat ini memiliki kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik (LPS), didukung jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer.

Meski demikian, Arief menegaskan perusahaan masih memiliki pekerjaan besar untuk menuntaskan target pelayanan air perpipaan 100 persen pada 2029.

Dalam target tersebut, PAM Jaya membidik jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 LPS.

Panjang jaringan pipa juga ditargetkan meningkat menjadi 16.234 kilometer, dengan dukungan 28 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Arief mengungkapkan berbagai upaya tersebut membutuhkan kerja berkelanjutan serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

Peningkatan layanan air perpipaan, kata dia, bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan Jakarta.

  • Penulis: N Farhan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Membangun Kemandirian Finansial Remaja

    Edukasi Bahaya Judi Online Bagi Keuangan Keluarga vs Simpanan Aman

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Judi online seringkali menggerogoti anggaran rumah tangga karena kemudahan akses dan sifatnya yang adiktif, sehingga pengeluaran tak terduga dapat menumpuk dalam hitungan minggu. Para praktisi keuangan memperingatkan bahwa kehilangan kontrol pada taruhan dapat memicu hutang, mengurangi tabungan, dan menurunkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan. Edukasi tentang risiko ini penting agar anggota keluarga dapat […]

  • Peran Organisasi Masyarakat dalam Menjaga Kerukunan Beragama

    Panduan Praktis 5 Langkah Urgensi Moderasi Beragama di Era Globalisasi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Di tengah arus informasi dan mobilitas yang semakin cepat, menjaga toleransi antar‑umat menjadi kunci mencegah konflik sosial. Moderasi beragama menyeimbangkan nilai tradisional dengan dinamika global, memungkinkan masyarakat hidup berdampingan secara damai dan produktif. Ketika dinamika dunia semakin terjalin lewat internet, perdagangan, dan migrasi, menyeimbangkan keyakinan pribadi dengan realitas multikultural menjadi sebuah keharusan yang […]

  • Edukasi kebersihan lingkungan menumbuhkan keimanan melalui tindakan bersih dan peduli alam

    Edukasi Kebersihan Lingkungan Sebagai Cermin Keimanan: Kasus Desa Hijau

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Membersihkan lingkungan bukan sekadar aksi fisik, melainkan wujud nyata penerapan keimanan yang mengajarkan kebersihan hati dan bumi. Dengan edukasi yang menekankan nilai-nilai agama—seperti hadis yang menyebutkan kebersihan sebagai separuh iman—masyarakat menjadi lebih sadar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian integral dari praktik spiritual sehari‑hari. Memadukan kebersihan lingkungan dengan nilai keimanan berarti menjadikan tindakan bersih […]

  • Mitigasi Berita Hoaks dan Saring Informasi Sebelum Sebar Tips Terbukti

    Mitigasi Berita Hoaks dan Saring Informasi Sebelum Sebar Tips Terbukti

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Sebagai langkah pertama, periksa kredibilitas sumber — cari profil penulis atau lembaga penerbit dan lihat riwayat publikasinya serta apakah sudah pernah diverifikasi oleh pihak ketiga. Kedua, bandingkan isi berita dengan fakta yang sudah terkonfirmasi oleh lembaga fact‑checking atau situs resmi sebelum membagikannya. Dengan dua langkah itu, risiko penyebaran hoaks dapat diminimalisir secara signifikan. Mitigasi berita […]

  • 5 Langkah Praktis Peran Lembaga Sosial dalam Pengetasan Kemiskinan

    5 Langkah Praktis Peran Lembaga Sosial dalam Pengetasan Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Lembaga sosial, seperti yayasan, koperasi, dan organisasi keagamaan, biasanya menggerakkan program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat miskin. Dengan jaringan lokal yang kuat, mereka dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, menghubungkan penerima manfaat dengan peluang kerja atau pelatihan, sehingga mempercepat proses penurunan kemiskinan secara berkelanjutan. Peran Lembaga Sosial dalam Pengetasan […]

  • Tantangan Menjaga Adab Komunikasi di Media Sosial: 3 Jawaban Praktis

    Tantangan Menjaga Adab Komunikasi di Media Sosial: 3 Jawaban Praktis

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kebutuhan untuk menahan impulsif saat menanggapi komentar cepat, ditambah anonimitas yang membuat orang merasa lepas dari tanggung jawab, menjadi tantangan utama dalam menjaga adab komunikasi di media sosial. Beragam latar belakang budaya pengguna serta algoritma yang memprioritaskan konten provokatif semakin menyulitkan upaya mempertahankan sikap sopan dan konstruktif. Menjaga adab dalam percakapan online berarti […]

expand_less