Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sekjen Kemenhut: Pengelolaan dan Pengadaan Barang Milik Negara, Harus Produktif dan Efisien Dukung Kinerja Pengelolaan Hutan

Sekjen Kemenhut: Pengelolaan dan Pengadaan Barang Milik Negara, Harus Produktif dan Efisien Dukung Kinerja Pengelolaan Hutan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 22 Oktober 2026 — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Mahfudz, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) dan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) untuk mendukung kinerja pembangunan kehutanan. Pengelolaan aset negara harus dikelola secara produktif, pengadaan barang jasa harus direncanakan berdasarkan kebutuhan riil, dan dilaksanakan secara efisien, untuk menghasilkan barang/jasa yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan BMN dan PBJ Kemenhut Tahun 2026 di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“BMN dan PBJ harus menjadi pengungkit kinerja pengelolaan sektor kehutanan, bukan sekadar fungsi pendukung administrasi,” ujar Sekjen Kemenhut, Mahfudz.

Sekjen menjelaskan, kebijakan pengelolaan BMN dan PBJ harus selaras dengan arah pembangunan nasional, Asta Cita, RPJMN Tahun 2025–2029, serta Renstra Kemenhut Tahun 2025–2029. Untuk itu, perencanaan kebutuhan, penganggaran, pengadaan, hingga penggunaan dan pemanfaatan aset harus terintegrasi agar setiap belanja menghasilkan manfaat nyata.

Berdasarkan data SIMAN Semester I Tahun 2026, nilai aset tetap Kemenhut mencapai Rp13,998 triliun, namun, masih terdapat 10,3 persen BMN dalam kondisi rusak berat dan/atau henti guna.

“Kondisi ini menjadi perhatian untuk memperkuat validasi data, pengamanan aset, kepastian legalitas, serta optimalisasi pemanfaatan BMN,” imbuh Mahfudz.

Sekjen juga meminta setiap unit kerja mengidentifikasi kendala, melengkapi dokumen, menetapkan penanggung jawab, dan mempercepat penyelesaian secara terukur.

Pada aspek pengadaan, Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) tercatat sebesar 72 persen dari total nilai pengadaan melalui penyedia, sementara belanja untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) mencapai 52 persen dari total nilai pengadaan melalui penyedia yang tercatat dalam aplikasi SPSE.

Sekjen menekankan bahwa percepatan realisasi pengadaan harus tetap memperhatikan kualitas, efisiensi, dan integritas. Koordinasi antara perencana, pengelola anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), dan pengelola BMN juga perlu diperkuat agar pengadaan berjalan tepat waktu dan mendukung pencapaian program.

“Pengadaan barang/jasa harus dilaksanakan secara transparan, kompetitif, profesional, dan akuntabel. Kita harus mencegah konflik kepentingan, persaingan tidak sehat, ketidaksesuaian kebutuhan, serta penyimpangan dalam pelaksanaan kontrak,” tegas Sekjen.

Untuk memperkuat tata kelola, Kemenhut juga mendorong peningkatan pengawasan, pengendalian, kompetensi sumber daya manusia, dan manajemen risiko melalui Pelatihan Antikorupsi dan Pencegahan Korupsi (AKPK) dalam PBJ bagi KPA, PPK, Pokja Pemilihan, Pejabat Pengadaan, dan Kepala UKPBJ.

Pada kesempatan tersebut, Sekjen juga melakukan launching inovasi RIMBA ASSET, sebuah dasboard optimalisasi pemanfaatan BMN yang mendukung Transformasi Tata Kelola Pemanfaatan BMN Underutilized untuk Mewujudkan Aset yang Akuntabel, Produktif, dan Bernilai Ekonomi. Implementasinya RIMBA ASSET kedepan akan mencakup identifikasi dan validasi aset, penetapan skema pemanfaatan, penguatan tata kelola, serta digitalisasi dan pemantauan melalui BMN Dashboard.

Selain melakukan launching RIMBA ASSET, Sekjen juga memberikan BMN Awards dan Procurement Excellence Awards Tahun 2026 kepada unit kerja linkup Kementerian Kehutanan sebagai Penghargaan dan apresiasi atas upaya dan kinerja untuk mempertahankan praktik baik, serta meningkatkan kualitas pengelolaan,BMN dan PBJ di masing-masing unit kerja Kementerian Kehutanan.

Melalui Rakornas ini, Sekjen menetapkan lima agenda tindak lanjut, yaitu perencanaan yang tepat dan terintegrasi; pengadaan yang efektif dan berintegritas; pengelolaan BMN yang akuntabel dan tertib; optimalisasi pemanfaatan BMN; serta penguatan kapasitas dan kolaborasi.

Rakornas Pengelolaan BMN dan PBJ Kementerian Kehutanan Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen seluruh unit kerja dalam mewujudkan pengelolaan aset yang produktif serta pengadaan barang/jasa yang efektif, efisien, transparan, dan berintegritas

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Perempuan dalam Pembangunan Moral Bangsa lewat Cerita Ibu

    Peran Perempuan dalam Pembangunan Moral Bangsa lewat Cerita Ibu

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Sebagai pengasuh utama dalam keluarga, perempuan menularkan nilai‑nilai kejujuran, toleransi, dan gotong‑royong kepada generasi berikutnya, sehingga fondasi moral bangsa terbentuk sejak dini. Di bidang pendidikan dan organisasi sosial, mereka juga menjadi agen perubahan yang menggerakkan diskusi etika publik serta mempromosikan kepedulian terhadap hak asasi manusia. Kontribusi ini secara kolektif memperkuat integritas sosial dan […]

  • Pengembangan Ekonomi Syariah dan Potensi Industri Halal: Studi Kasus

    Pengembangan Ekonomi Syariah dan Potensi Industri Halal: Studi Kasus

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pengembangan ekonomi syariah kini dipacu oleh meningkatnya permintaan global terhadap produk halal, yang umumnya diperkirakan menembus pasar triliunan dolar. Industri halal—dari pangan hingga pariwisata—menyajikan peluang investasi stabil karena regulasi yang jelas dan kepercayaan konsumen terhadap kehalalan. Karena itu, sinergi kebijakan publik dan sektor swasta menjadi faktor utama mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai syariah. […]

  • Pengembangan Ekonomi Syariah dan Potensi Industri Halal

    Peran Perpustakaan Masjid dalam Meningkatkan Literasi: Fakta Tersembunyi

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Perpustakaan masjid menyediakan koleksi buku dan materi bacaan yang mudah diakses bagi jamaah, sehingga mereka dapat membaca lebih sering tanpa harus pergi jauh. Dengan mengadakan program baca bersama, pelatihan literasi, dan ruang belajar yang ramah, masjid berperan sebagai pusat edukasi yang meningkatkan kemampuan membaca dan menulis di lingkungan sekitarnya. Melalui peran perpustakaan masjid […]

  • Pemuda bersemangat belajar nilai kejujuran, tanggung jawab, dan empati dalam program karakter mulia

    Strategi Membangun Karakter Mulia Pada Generasi Muda: 3 Temuan Sekolah

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Membangun karakter mulia pada generasi muda biasanya dimulai dari contoh nyata: orang tua, guru, atau tokoh publik yang konsisten menampilkan nilai kejujuran, empati, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari‑hari. Mengintegrasikan kegiatan sosial, seperti kerja bakti atau proyek komunitas, memberi kesempatan bagi remaja merasakan langsung manfaat perilaku positif, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian. […]

  • Ilustrasi pengembangan kurikulum yang menekankan keterampilan abad 21 untuk pembelajaran inovatif

    Langkah Efektif Membangun Mental Juara pada Pelajar: 3 Insight Ahli

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kembangkan pola pikir growth dengan memandang tantangan sebagai peluang belajar, bukan ancaman. Tetapkan tujuan kecil yang terukur tiap minggu, lalu rayakan pencapaian untuk memperkuat rasa percaya diri. Lingkungan yang mendukung—guru, orang tua, atau teman sekelas—bisa memberi umpan balik konstruktif dan mengingatkan pelajar tetap konsisten pada kebiasaan positif. Memupuk rasa percaya diri yang tahan […]

  • Tips Keuangan untuk Gen Z yang Belum Pernah Bekerja

    Tips Keuangan untuk Gen Z yang Belum Pernah Bekerja

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Tips keuangan untuk Gen Z melibatkan pengelolaan uang yang bijak dan disiplin. Umumnya, 30% dari pendapatan sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan pokok dan 20% untuk tabungan. Berdasarkan data, rata-rata Gen Z memulai pengelolaan keuangan pada usia 22 tahun. Tips keuangan untuk gen z adalah serangkaian strategi dan pendekatan yang dirancang untuk membantu generasi muda […]

expand_less