Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » BGN Ancam Suspen Permanen SPPG yang Tak Kembalikan Dana Temuan BPK Rp18,19 Miliar

BGN Ancam Suspen Permanen SPPG yang Tak Kembalikan Dana Temuan BPK Rp18,19 Miliar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak mengembalikan kelebihan dana berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terancam sanksi penghentian operasional secara permanen.

Sudaryono mengatakan, pengembalian dana ke kas negara merupakan kewajiban yang harus dipenuhi pengelola SPPG. BGN memberikan tenggat waktu hingga akhir Desember 2026 untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono seusai peresmian SPPG serentak untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (14/10/2026).

“Ya disuspen, suspen permanen dong. Itu kan kewajiban, ya. Itu kan uang rakyat,” kata Sudaryono kepada wartawan.

Ia menjelaskan, batas waktu pengembalian dana ditetapkan hingga penutupan tahun anggaran pada akhir Desember 2026. Apabila kewajiban tersebut belum diselesaikan hingga memasuki tahun anggaran berikutnya, BGN akan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG yang bersangkutan.

“Kalau sampai dengan akhir tahun nggak dibereskan, ya mohon maaf, bukan saya yang salah, ya. Ya kita harus coret,” ujarnya.

Sudaryono menekankan bahwa pengelolaan anggaran negara harus dilakukan secara bertanggung jawab karena dana yang digunakan merupakan uang rakyat. Karena itu, setiap pengelola SPPG wajib menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk meningkatkan transparansi, BGN juga berencana mengumumkan daftar SPPG yang dikenai pembekuan operasional melalui situs resmi lembaga tersebut mulai pekan depan. Informasi yang dipublikasikan nantinya mencakup SPPG yang dikenai sanksi, alasan penjatuhan sanksi, serta jangka waktu penghentian operasional sementara.

“Dapur bukan ditutup karena Pak Daryono nggak suka, bukan. Tapi dapur ditutup pasti ada sebabnya. Sebabnya apa, ditutup sementaranya berapa lama, itu kita ingin lebih jelas. Kita perbaiki semua,” kata Sudaryono.

Sebelumnya, Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa sebanyak 91 SPPG dikenai sanksi suspen khusus atau penghentian operasional sementara. Sanksi tersebut diberikan karena pengelola belum mengembalikan dana yang menjadi temuan pemeriksaan BPK RI atas pengelolaan Program MBG.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Nomor 19.b/T/LHP/DJPKN-VIII-OI/PPN.01/05/2026 tertanggal 18 Mei 2026, total dana yang belum dikembalikan oleh 91 SPPG tersebut mencapai Rp18.198.223.745 atau sekitar Rp18,19 miliar.

Ketut merinci, temuan tersebut tersebar di tiga wilayah, yakni empat SPPG di Wilayah I, 73 SPPG di Wilayah II, dan 14 SPPG di Wilayah III.

“Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI tanggal 18 Mei 2026 atas pengelolaan Program MBG, terdapat 91 SPPG yang belum melakukan pengembalian atas temuan pemeriksaan ke kas negara,” kata Ketut dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

BGN menyatakan sanksi suspen khusus hanya dapat dicabut setelah pengelola SPPG melunasi seluruh kewajiban pengembalian dana ke kas negara dan menyerahkan bukti pembayaran yang sah.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pengelolaan anggaran Program MBG berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana negara. BGN juga menegaskan bahwa pengelola SPPG harus menuntaskan kewajiban administrasi dan keuangan agar operasional program dapat berjalan sesuai aturan.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Pastikan Kesiapan Operasional KDKMP, Terus Pantau 10.070 KDKMP.

    Pemerintah Pastikan Kesiapan Operasional KDKMP, Terus Pantau 10.070 KDKMP.

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle N Farhan
    • 0Komentar

    Jakarta. Pencerahnews.com – Pemerintah memantau kesiapan operasional 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mengidentifikasi kendala dan memastikan koperasi tersebut dapat menjalankan kegiatan usahanya. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari mengatakan pemantauan difokuskan pada KDKMP yang bangunannya telah selesai dibangun melalui penugasan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara, dilengkapi […]

  • Toleransi Antarumat Beragama Sebagai Perekat Kebangsaan: Praktik Nyata

    Toleransi Antarumat Beragama Sebagai Perekat Kebangsaan: Praktik Nyata

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Toleransi antarumat beragama memperkuat rasa kebersamaan dengan menghargai perbedaan nilai‑nilai spiritual, sehingga mengurangi potensi konflik dan memupuk solidaritas nasional. Ketika warga merasa hak ibadahnya dilindungi, kepercayaan pada institusi negara meningkat, yang pada gilirannya menstabilkan iklim politik dan sosial bangsa. Dengan demikian, sikap saling menghormati menjadi benang pengikat yang menumbuhkan identitas kebangsaan yang inklusif. […]

  • Toleransi Antarumat Beragama Sebagai Perekat Kebangsaan: Di Era Digital

    Toleransi Antarumat Beragama Sebagai Perekat Kebangsaan: Di Era Digital

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Toleransi antarumat beragama memperkuat rasa kebangsaan dengan menumbuhkan rasa saling menghormati serta kerja sama di antara kelompok agama yang berbeda. Ketika masyarakat dapat menerima perbedaan keyakinan, potensi konflik berkurang dan identitas nasional menjadi lebih inklusif, sehingga persatuan negara tetap terjaga. Toleransi antarumat beragama menjadi benang halus yang menautkan beragam identitas menjadi satu bangsa, […]

  • Penguatan Silaturahmi dalam Memperpanjang Umur dan Rezeki vs Sendiri

    Penguatan Silaturahmi dalam Memperpanjang Umur dan Rezeki vs Sendiri

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Menurut ajaran Islam dan sejumlah kajian psikologis, menjaga silaturahmi menurunkan stres, memperkuat dukungan sosial, dan secara tidak langsung meningkatkan kualitas hidup serta peluang ekonomi. Praktik rutin seperti mengunjungi kerabat, berbagi makanan, atau menolong sesama dipercaya dapat memperpanjang harapan hidup dan membuka pintu rezeki melalui jaringan yang lebih luas. Silaturahmi yang kuat terbukti memberi […]

  • Komunitas musik positif membentuk nilai moral melalui kolaborasi, inspirasi, dan kegiatan edukatif.

    5 Langkah Praktis Peran Komunitas Musik Positif dalam Pembinaan Moral

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Komunitas musik positif menumbuhkan nilai moral lewat kolaborasi, lirik yang menginspirasi, dan contoh perilaku anggota yang saling menghormati. Kegiatan bersama seperti workshop, pertunjukan amal, atau diskusi tema etika memberi ruang bagi peserta menginternalisasi empati, tanggung jawab, dan rasa kebersamaan. Komunitas musik yang menekankan nilai‑nilai positif secara konsisten menumbuhkan rasa tanggung jawab, empati, dan […]

  • Peran Komunitas Sosial dalam Membantu Korban Bencana: Solusi Praktis

    Peran Komunitas Sosial dalam Membantu Korban Bencana: Solusi Praktis

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Komunitas sosial menjadi jaringan pertama yang menyalurkan bantuan darurat, karena mereka biasanya berada dekat dengan korban dan memahami kebutuhan lokal. Selain distribusi logistik, mereka juga menawarkan dukungan emosional, koordinasi relawan, serta memfasilitasi pemulihan jangka panjang lewat program rehabilitasi berbasis warga. Komunitas sosial dapat menggerakkan sumber daya, pengetahuan, dan jaringan relasi secara terkoordinasi sehingga […]

expand_less