Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

  • account_circle N Farhan
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil pertemuan dengan tokoh agama dunia di Assisi, Italia. Selain mendapat respons positif atas gagasan diplomasi keagamaan yang digulirkan Indonesia, kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah negara dan perguruan tinggi di Italia serta Vatikan.

Menag mengatakan, sejumlah perwakilan negara menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal. Di antaranya berasal dari Inggris, Australia, dan Pakistan.

“Mereka ingin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Istiqlal, terutama di Inggris, ya, kemarin Inggris, Australia, dan Pakistan,” ujar Menag setibanya di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke Italia dan Vatikan, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman dan menjaga kehidupan beragama yang moderat semakin mendapat perhatian masyarakat internasional. “Pokoknya Indonesia itu sekarang jadi model, ya, terutama moderasi beragama kita,” ungkapnya.

Selain peluang kerja sama antarlembaga, Menag menyebut dua universitas di Italia dan Vatikan turut menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi dengan Indonesia. Kedua perguruan tinggi tersebut ingin mempelajari pengalaman Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ada dua universitas di Italia dan Vatikan itu mengajak kita kerja sama,” katanya.

Salah satu universitas tersebut yaitu PISAI (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d’Islamistica/ Institut Kepausan untuk Studi Arab dan Islam) binaan Takhta Suci Vatikan. Menag menilai kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola kemajemukan masyarakat, sementara Vatikan menyimpan kekayaan literatur dan tradisi keilmuan yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

“Mereka berkepentingan untuk belajar ke Indonesia. Kita pun juga, saya kira, perlu belajar di Vatikan,” tuturnya.

Dalam kunjungan ini, Menag juga berkesempatan mengunjungi perpustakaan di Vatikan. Ia mengaku menemukan banyak koleksi literatur Islam, termasuk sejumlah kitab yang jarang dijumpainya di Indonesia maupun negara-negara Timur Tengah.

Pengalaman tersebut, menurut Menag, memperlihatkan pentingnya pertukaran pengetahuan dan dialog antartradisi keagamaan.

 

Gagasan Indonesia Berpeluang Jadi Tema Pertemuan Berikutnya

Selain membuka peluang kolaborasi, Menag mengungkap bahwa gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan yang disampaikan dalam forum internasional di Assisi mendapat perhatian dari penyelenggara. Ia mengatakan, penyelenggara menyampaikan apresiasi terhadap materi pidato Indonesia dan berencana menindaklanjutinya dalam agenda pertemuan mendatang.

“Jadi, statement kita tentang ekoteologi dan tentang religious diplomacy itu nanti juga akan dijadikan tema besar yang akan datang,” jelasnya.

Menag menyebut ketertarikan peserta forum tidak hanya tertuju pada gagasan diplomasi keagamaan, tetapi juga pada Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa di tengah keberagaman. Menurutnya, kesempatan berbicara yang semula dialokasikan selama tujuh menit bahkan berkembang menjadi sekitar 30 menit karena peserta ingin mengetahui lebih jauh pengalaman Indonesia.

“Karena mereka itu tertarik, minta dijelaskan tentang Pancasila. Pancasila itu bisa menjadi bukan hanya nilai-nilai Indonesia, tetapi juga bisa menjadi nilai-nilai universal,” ungkapnya.

Menag menambahkan, sejumlah gagasan kerja sama antarumat beragama yang sebelumnya dibangun melalui Masjid Istiqlal juga mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti. Ia menyebut April tahun depan sebagai salah satu momentum kelanjutan pembahasan tersebut.

 

Vatikan Harapkan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia

Dalam kunjungan itu, Menag juga diterima oleh Menteri Luar Negeri Vatikan. Keduanya membahas hubungan Indonesia dan Vatikan, terutama dalam memperkuat kerja sama serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Menurut Menag, pihak Vatikan memandang Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar sekaligus memiliki pengalaman penting dalam menjaga kehidupan beragama yang moderat. Ia mengatakan, salah satu titik temu yang menghubungkan Indonesia dan Vatikan adalah komitmen untuk membela kelompok masyarakat yang mengalami penindasan tanpa membedakan latar belakang agama.

“Bahwa siapa pun yang tertindas itu harus dibela, dari kelompok agama mana pun,” tegasnya.

Menag berharap respons positif dari berbagai pihak selama kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang konkret, baik dalam bidang dialog antaragama, pendidikan, maupun penguatan diplomasi keagamaan.

“Dan itulah, saya kira, connecting yang sangat bagus antara Indonesia dan Vatikan,” pungkasnya.

  • Penulis: N Farhan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Dita: Penguatan Etika Digital Bagi Pengguna Internet 3 Langkah

    Kisah Dita: Penguatan Etika Digital Bagi Pengguna Internet 3 Langkah

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Penguatan etika digital menuntut pengguna internet memahami dampak perilaku daring mereka, mulai dari menghormati privasi orang lain hingga menghindari penyebaran hoaks. Dengan mengadopsi sikap kritis, bersikap empatik, dan mematuhi standar komunitas, mereka dapat menciptakan ruang online yang lebih aman dan produktif bagi semua pihak. Penguatan Etika Digital Bagi Pengguna Internet berarti menumbuhkan kebiasaan […]

  • Program Magang Nasional 2026 Tahap 2 dimulai hari ini

    Program Magang Nasional 2026 Tahap 2 dimulai hari ini

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Pencerahnews.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan bahwa periode pelaksanaan Magang Nasional (MagangHub) Tahun 2026 Tahap 2 resmi dimulai pada Senin ini. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah mengatakan program tersebut diharapkan mampu memberikan banyak manfaat bagi para lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi sebelum memasuki dunia kerja yang […]

  • Strategi Membangun Kemandirian Finansial Remaja

    Panduan Bijak Mengelola Keuangan Keluarga Secara Syariah: 7 Langkah

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Gunakan prinsip keadilan, transparansi, dan larangan riba dalam setiap keputusan keuangan; alokasikan pemasukan untuk kebutuhan pokok, tabungan zakat, serta investasi halal yang sesuai. Buat anggaran keluarga bersama, catat pemasukan‑pengeluaran secara rutin, dan evaluasi tiap bulan agar tetap berada dalam batasan syariah. Menata keuangan keluarga selaras dengan prinsip syariah berarti menyeimbangkan kebutuhan materi dengan […]

  • Kawal Kelancaran Visa Haji 2027, Kemenhaj Terjunkan 50 Tenaga Pendukung Proses Dokumen Jemaah

    Kawal Kelancaran Visa Haji 2027, Kemenhaj Terjunkan 50 Tenaga Pendukung Proses Dokumen Jemaah

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle N Farhan
    • 0Komentar

    JAKARTA – Memasuki tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai memperkuat kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung proses administrasi keberangkatan jemaah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan tenaga pendukung (tepung) yang akan membantu proses pengolahan dokumen dan pemvisaan calon jemaah haji Indonesia. Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian […]

  • Strategi Membangun Kemandirian Finansial Remaja lewat Tabungan Saku

    Strategi Membangun Kemandirian Finansial Remaja lewat Tabungan Saku

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Mulailah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, sehingga remaja bisa melihat pola belanja dan membedakan kebutuhan serta keinginan. Selanjutnya, alokasikan minimal 10‑15 % dari uang saku untuk tabungan atau investasi mikro, sambil belajar tentang bunga dan risiko melalui aplikasi edukasi. Kombinasi kebiasaan menabung, kerja paruh waktu, dan pemahaman dasar keuangan akan mempercepat kemandirian finansial. […]

  • Siswa mengasah kemampuan pribadi lewat kegiatan ekstrakurikuler yang beragam

    Peran Majelis Taklim dalam Pemberdayaan Perempuan: Klasik vs Digital

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Majelis Taklim memberi perempuan akses belajar agama dan ilmu praktis secara terjangkau, sehingga mereka dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan mengelola rumah tangga dan usaha kecil. Selain itu, forum ini memfasilitasi jaringan dukungan sosial yang memperkuat peran serta partisipasi mereka dalam komunitas. Majelis Taklim menjadi wadah yang menggabungkan pembelajaran agama, keterampilan praktis, dan […]

expand_less