Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

Kemenhut Libatkan Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, Masyarakat Adat dan Relawan Atasi Karhutla

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 21 Oktober 2026 — Pemerintah menegaskan telah dan terus bekerja serius untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan kolaborasi parapihak. Salah satunya dengan memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat, dan relawan bersama Manggala Agni serta petugas lapangan. Penguatan dilakukan melalui patroli, pelaporan dini, pemadaman, dukungan peralatan, dan koordinasi lintas unsur untuk melindungi masyarakat serta mencegah perluasan kebakaran.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat harus didukung kehadiran pemerintah, pendampingan petugas, dan perlindungan keselamatan.

“Masyarakat mengetahui kondisi wilayahnya dan menjadi mitra penting dalam mendeteksi ancaman kebakaran sejak dini. Kemenhut terus memperkuat kerja bersama MPA, Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat dan relawan, dengan mengutamakan koordinasi serta keselamatan dalam setiap penanganan,” ujar Rohmat.

Perkuat MPA dan Pencegahan di Tingkat Desa
Kementerian Kehutanan bersama 14.040 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) di 34 provinsi bahu-membahu memadamkan api, mencegah kebakaran meluas, serta melindungi hutan dan masyarakat dari dampak karhutla. Selanjutnya dalam program pengembangan 500 kelompok MPA Berkelanjutan tahun 2026, 119 kelompok telah terbentuk, 61 kelompok dalam proses pembentukan, dan 320 desa telah ditetapkan sebagai sasaran pengembangan berikutnya.

Dengan komposisi 30 orang per kelompok, sebanyak 119 kelompok yang telah terbentuk tersebut setara dengan kapasitas keanggotaan 3.570 orang. Adapun keseluruhan target 500 kelompok setara dengan 15.000 anggota. Angka keanggotaan tersebut merupakan perhitungan berdasarkan komposisi kelompok.

Penguatan MPA diarahkan untuk memperluas patroli, edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar, pelaporan dini, dan penanganan awal secara aman bersama Manggala Agni serta petugas terkait.
“Kelompok yang terbentuk harus memiliki kemampuan mengenali bahaya dan bertindak sesuai prosedur. Karena itu, penguatan kelembagaan perlu disertai latihan, peralatan, komunikasi, dan dukungan keselamatan,” kata Rohmat.

Libatkan Kelompok Tani Hutan dan Masyarakat Adat
Kemenhut turut memperkuat pencegahan melalui jejaring Kelompok Tani Hutan dan penerima akses perhutanan sosial. Hingga September 2026, perhutanan sosial telah menjangkau 1.437.065 kepala keluarga (KK) pada areal seluas 8,46 juta hektare. Sementara itu, penerima manfaat penetapan 177 hutan adat seluas 376.280 hektare tercatat sebanyak 93.859 KK.

Kepastian akses kelola dan manfaat ekonomi hutan menjadi landasan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga arealnya dari kebakaran. Melalui pendekatan pengendalian kebakaran berbasis masyarakat atau community based wildfire management, jejaring tersebut didorong untuk meningkatkan pengawasan, mencegah pembakaran, dan mempercepat penyampaian laporan kepada petugas.

“Hutan yang terjaga menopang penghidupan keluarga. Karena itu, pendampingan perhutanan sosial kami hubungkan dengan upaya pencegahan kebakaran agar tanaman, hasil hutan, dan usaha masyarakat terlindungi dari ancaman api,” ujar Rohmat.

Perkuat Personel dan Operasi Pemadaman
Untuk mendukung operasi lapangan, 1.419 personel Manggala Agni organik di enam provinsi prioritas diperkuat melalui dukungan lintas wilayah, termasuk pengerahan 1.000 Polisi Kehutanan melalui skema bantuan kendali operasi ke Kalimantan. Sebanyak 5.000 ASN Kemenhut juga disiagakan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan.

Bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur masyarakat, petugas melakukan pemeriksaan titik panas, pemadaman, penyekatan rambatan api, pembasahan, serta penyisiran bara. Di lahan gambut, pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah api bawah permukaan kembali menyala.

Kemenhut turut mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (cloud seeding dan dry ice) bersama BMKG, BNPB dan TNI sesuai kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan. Dukungan tersebut berjalan bersamaan dengan pemadaman sumber api di darat.

Lindungi Habitat dan Tangani Satwa
Berdasarkan rekap nasional Kemenhut hingga pembaruan 8 Oktober 2026, sebanyak 290 individu satwa liar tercatat ditangani, termasuk 96 orangutan dan 78 bekantan. Rekap tersebut mencakup satwa hidup maupun satwa yang ditemukan mati.

Petugas bersama dokter hewan dan mitra konservasi melanjutkan pemantauan habitat serta penanganan berdasarkan kondisi satwa.
Masyarakat diminta tidak mengevakuasi satwa sendiri dan segera melapor kepada BKSDA atau petugas taman nasional.

Perketat Pengawasan dan Penegakan Hukum
Kemenhut memperketat pengawasan terhadap kewajiban pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), mencakup pencegahan, kesiapan sarana pemadaman, penanganan kebakaran, dan pemulihan.

Per 19 Oktober 2026, sebanyak 32 perusahaan telah dikenai sanksi administratif. Proses pidana juga berjalan terhadap 125 subjek hukum, baik korporasi maupun perorangan, pada tahapan perkara yang berbeda berdasarkan fakta dan alat bukti.

“Kami memahami keresahan masyarakat yang masih terdampak asap. Kemenhut terus memperkuat pemadaman, mendukung keterlibatan masyarakat, melindungi satwa, serta menindak pihak yang terbukti melanggar. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas dalam pekerjaan ini,” tegas Rohmat.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa mengikuti kelas edukasi pencegahan narkoba di ruang kelas, guru menjelaskan bahaya zat terlarang

    Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Sekolah: Langkah Guru

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Edukasi pencegahan narkoba di sekolah biasanya melibatkan kombinasi materi kesehatan, kegiatan interaktif, dan pelibatan orang tua serta guru. Pendekatan ini membantu siswa memahami konsekuensi fisik dan sosial penyalahgunaan, sekaligus membangun keterampilan menolak tekanan teman. Implementasinya paling efektif bila disesuaikan dengan usia dan budaya lokal, serta didukung program konseling berkelanjutan. Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba […]

  • Mengubah Riwayat Hidupku dengan Gaya Hidup Minimalis: Cari Bahagia dalam Sederhana

    Mengubah Riwayat Hidupku dengan Gaya Hidup Minimalis: Cari Bahagia dalam Sederhana

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Gaya hidup minimalist adalah filosofi hidup yang menekankan nilai guna dan kualitas atas kuantitas dan keindahan. Berdasarkan data survei, rata-rata 70% orang Indonesia menganggap bahwa gaya hidup minimalist membantu mereka meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi stres. Gaya hidup ini menempatkan prioritas pada kebutuhan sebenarnya dan meninggalkan keinginan tidak perlu. Pembukaan Kami sering mendengar […]

  • Kisah Budi: Mitigasi Berita Hoaks dan Saring Informasi Sebelum Sebar

    Kisah Budi: Mitigasi Berita Hoaks dan Saring Informasi Sebelum Sebar

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Untuk mengurangi dampak hoaks, pertama periksa sumber: pastikan situs atau penulisnya memiliki reputasi terpercaya dan cek apakah berita tersebut sudah diliput oleh media mainstream. Kedua, cocokkan fakta dengan setidaknya dua sumber independen, gunakan alat verifikasi seperti Google Fact Check atau situs pemeriksa fakta. Ketiga, hindari menyebarkan konten sebelum Anda yakin kebenarannya, karena satu […]

  • Cerita Rina Pentingnya Pendidikan Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

    Cerita Rina Pentingnya Pendidikan Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pendidikan inklusi memberi anak berkebutuhan khusus kesempatan belajar bersama teman sebaya, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan sosial, akademik, dan emosional secara seimbang. Lingkungan yang mendukung keberagaman ini juga membantu mengurangi stigma, memupuk rasa empati, serta mempersiapkan semua anak menghadapi tantangan kehidupan secara lebih inklusif. Pendidikan inklusi memberi anak berkebutuhan khusus kesempatan belajar bersama […]

  • Cara Cepat Pengembangan Lembaga Pendidikan Berbasis Karakter dan Moral

    Cara Cepat Pengembangan Lembaga Pendidikan Berbasis Karakter dan Moral

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Untuk menumbuhkan karakter dan moral dalam institusi pendidikan, biasanya dilakukan integrasi nilai‑nilai etika ke dalam kurikulum, pelatihan guru yang menekankan contoh perilaku, serta penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Pendekatan ini juga melibatkan orang tua dan masyarakat agar nilai yang diajarkan di kelas dapat dipraktikkan di luar sekolah, sehingga […]

  • Edukasi Pentingnya Catatan Pernikahan Secara Hukum: Langkah Amankan Hak

    Edukasi Pentingnya Catatan Pernikahan Secara Hukum: Langkah Amankan Hak

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Catatan pernikahan menjadi bukti sah yang mengakui hak‑hak suami‑istri, seperti kepemilikan bersama, warisan, dan perlindungan hukum bila terjadi perceraian. Tanpa dokumen ini, klaim atas harta atau tunjangan sering dipersulit karena tidak ada landasan legal yang jelas. Oleh karena itu, mencatat pernikahan secara resmi melindungi kedua belah pihak dari sengketa di masa depan. Mencatat […]

expand_less