Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Refleksi Hari Santri 2026, Laskar Santri Nusantara Tegaskan Gerakan Berbasis Cinta, Ketahanan Pangan, dan Perdamaian Dunia

Refleksi Hari Santri 2026, Laskar Santri Nusantara Tegaskan Gerakan Berbasis Cinta, Ketahanan Pangan, dan Perdamaian Dunia

  • account_circle N Farhan
  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta. Pencerahnews.com  – Ketua Umum Laskar Santri Nusantara (LSN), Didik Setiawan, S.Kom.I., menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat gerakan jangka panjang yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, kemandirian pangan, inovasi teknologi, dan perdamaian dunia.

Menurut Didik, akar dari setiap perjuangan adalah cinta. Semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 merupakan salah satu wujud kecintaan ulama dan santri terhadap tanah air yang melahirkan keberanian untuk mempertahankan kemerdekaan. Nilai tersebut harus terus dihidupkan dan diterjemahkan sesuai tantangan zaman.

“Cinta adalah kata pertama dalam perjuangan. Cinta kepada Allah melahirkan pengabdian, cinta kepada sesama melahirkan kepedulian, cinta kepada tanah air melahirkan tanggung jawab kebangsaan, dan cinta kepada alam melahirkan kesadaran untuk menjaga kehidupan. Cinta tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui ilmu, karya, dan tindakan nyata,” ujar Didik.

Ia menjelaskan, LSN membangun agenda perjuangan jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan organisasi, tetapi juga pada penyelesaian persoalan mendasar masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah membangun ekosistem pertanian dan pangan melalui gerakan Jihad Pertanian, pengembangan integrated farming, serta hilirisasi hasil pertanian menjadi produk pangan bernilai tambah.

Menurutnya, pertanian dan pangan merupakan sektor strategis bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk komunitas alumni pesantren di wilayah pinggiran. Tantangan perubahan iklim, gangguan rantai pasok, kerawanan pangan, dan risiko bencana menuntut adanya sistem produksi dan distribusi pangan yang lebih tangguh.

“Jihad Pertanian adalah ikhtiar membangun kemandirian melalui ilmu, teknologi, dan kerja produktif. Kita ingin menghubungkan petani dengan pasar, memperkuat pengolahan hasil pertanian, serta menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, dan tahan simpan sesuai standar yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain sektor pertanian dan pangan, LSN tengah mengembangkan gagasan Go Massa, sebuah sistem digital yang dirancang untuk menghubungkan jaringan, mengelola potensi, dan menggerakkan kolaborasi masyarakat dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta Internet of Things (IoT).

LSN juga membuka ruang kemitraan dengan berbagai negara, investor, pelaku industri, dan lembaga penelitian untuk memperluas akses pasar ekspor, investasi, serta transfer teknologi. Kemitraan tersebut diarahkan agar menghasilkan kerja sama produktif yang terukur dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia.

Didik menambahkan, perjuangan LSN tidak berhenti pada penguatan ekonomi. Seluruh agenda tersebut harus berpijak pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Baginya, ketahanan pangan, kepedulian sosial, dan kerja sama lintas negara merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan serta mencegah berbagai kerentanan yang dapat memperburuk konflik.

“Perdamaian harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari keluarga, musholla, masjid, dan majelis ilmu, kemudian meluas ke masyarakat, pemerintahan, hingga forum internasional. Di mana pun berada, setiap kader harus mampu menghadirkan manfaat dan menjaga persaudaraan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa LSN tidak ingin terjebak dalam euforia peringatan Hari Santri tanpa hasil yang jelas, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi, politik, dan perubahan situasi global.

 

Karena itu, LSN mendorong pembangunan gerakan yang berkelanjutan, memiliki program terukur, menghasilkan karya nyata, serta mampu diwariskan lintas generasi.

“Perjuangan tidak boleh berhenti ketika acara selesai atau kepengurusan berganti. Kita harus membangun sistem, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap langkah membawa manfaat. Dari cinta kita membangun pengabdian, dari pengabdian kita menghasilkan karya, dan dari karya kita menghadirkan kemaslahatan,” tutup Didik.

  • Penulis: N Farhan

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Langkah Praktis Strategi Mencegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan

    5 Langkah Praktis Strategi Mencegah Perundungan di Lingkungan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Membangun budaya sekolah yang inklusif lewat program edukasi empati, pelatihan guru untuk mengenali tanda‑tanda bullying, serta kebijakan disiplin yang jelas dan konsisten dapat menurunkan risiko perundungan. Selain itu, melibatkan orang tua dan siswa dalam forum dialog rutin memperkuat rasa tanggung jawab bersama serta menciptakan jaringan dukungan yang cepat menanggapi insiden. Dengan pendekatan holistik […]

  • Pengembangan Ekonomi Syariah dan Potensi Industri Halal: Studi Kasus

    Pengembangan Ekonomi Syariah dan Potensi Industri Halal: Studi Kasus

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Pengembangan ekonomi syariah kini dipacu oleh meningkatnya permintaan global terhadap produk halal, yang umumnya diperkirakan menembus pasar triliunan dolar. Industri halal—dari pangan hingga pariwisata—menyajikan peluang investasi stabil karena regulasi yang jelas dan kepercayaan konsumen terhadap kehalalan. Karena itu, sinergi kebijakan publik dan sektor swasta menjadi faktor utama mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai syariah. […]

  • KPK Duga Ada Struktur Bayangan di ATR/BPN, Orang Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka

    KPK Duga Ada Struktur Bayangan di ATR/BPN, Orang Kepercayaan Nusron Jadi Tersangka

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Pencerahnews.com – KPK telah menetapkan empat orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan HGB oleh Summarecon. KPK menduga ada struktur bayangan di Kementerian ATR/BPN. “Salah satu yang tentu menjadi menarik dalam perkara ini bahwa PT Summarecon ini menggunakan perantara yang jadi hak komunikasi dengan Kepala Kantah di Bogor ya. […]

  • Mengatasi Burnout Kantoran dengan 3 Cara Sederhana

    Mengatasi Burnout Kantoran dengan 3 Cara Sederhana

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Burnout kerja kantoran adalah kondisi kelelahan fisik dan mental akibat tekanan kerja yang berkepanjangan. Umumnya, sekitar 70% karyawan kantoran mengalami gejala burnout, seperti kehilangan motivasi dan menurunnya produktivitas. Mengatasi burnout memerlukan perubahan gaya hidup dan manajemen stres yang efektif. Cara mengatasi burnout kerja kantoran melibatkan pendekatan yang komprehensif untuk mengelola stres, memulihkan energi, […]

  • Mengelola Uang dengan Bijak: Tips Finansial Gen Z untuk Mencapai Kebebasan Finansial Sejak Dini

    Mengelola Uang dengan Bijak: Tips Finansial Gen Z untuk Mencapai Kebebasan Finansial Sejak Dini

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Tips finansial Gen Z meliputi mengelola pengeluaran, menabung, dan berinvestasi. Umumnya, 30% dari pendapatan harus dialokasikan untuktabungan dan investasi. Berdasarkan data, rata-rata Gen Z memiliki pengeluaran sekitar 50% dari pendapatan mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Tips finansial Gen Z adalah serangkaian strategi dan teknik yang dirancang untuk membantu generasi muda mengelola uang dengan bijak […]

  • Ilustrasi edukasi hak anak dan perempuan menurut hukum Islam, menekankan keadilan dan perlindungan.

    Edukasi Hak-Hak Anak dan Perempuan dalam Hukum Islam: Sudut Praktisi

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dalam perspektif hukum Islam, anak dan perempuan memiliki hak‑hak yang dijamin, seperti hak atas pendidikan, perlindungan dari kekerasan, dan warisan yang diatur dalam Al‑Qur’an serta hadis. Edukasi mengenai hak‑hak ini penting agar masyarakat dapat menerapkan nilai keadilan dan mencegah praktik yang menyimpang dari prinsip syariah. Dalam praktik sehari‑hari, edukasi hak‑hak anak dan perempuan […]

expand_less