Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » BI Berencana Jadikan Transaksi QRIS Sebagai Acuan Kelayakan Kredit

BI Berencana Jadikan Transaksi QRIS Sebagai Acuan Kelayakan Kredit

  • account_circle N Farhan
  • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) berencana menjadikan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu acuan dalam menilai kelayakan kredit atau credit scoring bagi pelaku usaha.

“Jadi ini paling tidak suatu keberhasilan di mana kita memberikan akses keuangan kepada para merchant di bawah, merchant-merchant yang small juga yang nantinya data ini bisa menjadi semacam credit scoring. Ke depannya akan seperti itu,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Senin.

Berdasarkan data BI hingga kuartal III 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 70,6 juta dengan 49,4 juta merchant. Destry mengatakan sebanyak 97 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Transaksi QRIS juga terus tumbuh. Pada kuartal III 2026, volume transaksi QRIS meningkat 75,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menurut Destry, pemanfaatan data transaksi QRIS bisa mendukung perluasan akses keuangan bagi pelaku usaha kecil, sejalan dengan upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Jadi kita sudah melakukan banyak hal, paling tidak karena kita ingin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Artinya pertumbuhannya harus inklusif,” ujar Destry.

Selain QRIS, Destry menyoroti peran BI-FAST sebagai infrastruktur pembayaran yang memungkinkan transaksi berlangsung selama 24 jam.

“Jadi belum banyak bank sentral atau negara lain yang sudah mempunyai fast payment (BI-FAST). Kita sudah mempunyai fast payment dimana itu penghematannya secara ekonomi juga luar biasa,” ujarnya.

Adapun BI-FAST mencatat volume transaksi sebanyak 1,631 miliar pada kuartal III 2026, tumbuh 31,78 persen secara tahunan.

Kemudian, nilai transaksinya mencapai Rp4.049 triliun, meningkat 33,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Penulis: N Farhan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Membangun Kemandirian Finansial Remaja

    Edukasi Bahaya Judi Online Bagi Keuangan Keluarga vs Simpanan Aman

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Judi online seringkali menggerogoti anggaran rumah tangga karena kemudahan akses dan sifatnya yang adiktif, sehingga pengeluaran tak terduga dapat menumpuk dalam hitungan minggu. Para praktisi keuangan memperingatkan bahwa kehilangan kontrol pada taruhan dapat memicu hutang, mengurangi tabungan, dan menurunkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan. Edukasi tentang risiko ini penting agar anggota keluarga dapat […]

  • 5 Langkah Praktis Peran Lembaga Sosial dalam Pengetasan Kemiskinan

    5 Langkah Praktis Peran Lembaga Sosial dalam Pengetasan Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Lembaga sosial, seperti yayasan, koperasi, dan organisasi keagamaan, biasanya menggerakkan program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang langsung menyentuh masyarakat miskin. Dengan jaringan lokal yang kuat, mereka dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, menghubungkan penerima manfaat dengan peluang kerja atau pelatihan, sehingga mempercepat proses penurunan kemiskinan secara berkelanjutan. Peran Lembaga Sosial dalam Pengetasan […]

  • Edukasi Perlindungan Konsumen Sesuai Syariat Bisnis lewat Cerita Pasar

    Edukasi Perlindungan Konsumen Sesuai Syariat Bisnis lewat Cerita Pasar

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Dalam praktik bisnis syariah, edukasi perlindungan konsumen menekankan transparansi harga, keadilan kontrak, serta larangan riba dan barang haram. Konsumen berhak mengetahui detail produk secara lengkap dan mengajukan keluhan tanpa hambatan, sementara pelaku usaha wajib menyelesaikan sengketa melalui musyawarah atau arbitrase syariah. Edukasi perlindungan konsumen sesuai syariat bisnis memberi pedagang panduan praktis agar hak […]

  • 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran dan 57 Juta Penerima MBG

    2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran dan 57 Juta Penerima MBG

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle N Farhan
    • 0Komentar

    Jakarta. Pencerahnews.com – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 40/PUU-XXIV/2026 memang memerintahkan agar program makan bergizi gratis (MBG) tak mengambil mandat alokasi anggaran pendidikan 20 persen dalam APBN sesuai UUD 1945. Namun, di sisi lain, lewat putusan itu, MK turut menegaskan program MBG sebagai kebijakan yang mulia dan tetap sah untuk dilanjutkan. MBG merupakan program prioritas […]

  • Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    Golkar Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat Selama 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Golkar menilai perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian tersebut disebut menjadi indikasi bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah berada di jalur yang tepat. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, mengatakan data yang tersedia menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi […]

  • Gambar proses pengembangan lembaga pendidikan yang menekankan nilai karakter dan moral bagi siswa

    Strategi Mengembangkan Budaya Riset di Sekolah Keagamaan vs Mandiri

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Membangun budaya riset di sekolah keagamaan biasanya dimulai dengan mengintegrasikan proyek penelitian kecil ke dalam mata pelajaran agama, sehingga siswa terbiasa menelusuri sumber‑sumber klasik dan konteks kontemporer. Selanjutnya, dukungan kepemimpinan melalui pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta penghargaan atas karya siswa dapat memperkuat motivasi dan keberlanjutan praktik riset. Pendekatan kolaboratif dengan lembaga keagamaan […]

expand_less