Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » News » Malaysia Angkat Isu Kabut Asap Ke ASEAN, Akui Upaya RI Telah Maksimal

Malaysia Angkat Isu Kabut Asap Ke ASEAN, Akui Upaya RI Telah Maksimal

  • account_circle N Farhan
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sepang. Pencerahnews.com – Malaysia akan mengangkat isu kabut asap lintas batas dalam pertemuan menteri luar negeri ASEAN sebelum KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November mendatang untuk membahas mekanisme regional lebih efektif dalam menangani masalah tersebut.

Menlu Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan isu kabut asap memerlukan perhatian khusus karena tidak tercakup dalam mekanisme yang ada untuk bencana alam di ASEAN.

“Kami sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau diklasifikasikan sebagai bencana alam. Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan dengan rekan-rekan sejawat saya,” kata Menlu Hasan usai menghadiri upacara pelepasan Raja Yordania Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Malaysia, Senin (12/10).

Terkait upaya terbaru untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, Hasan mengatakan bahwa rekan sejawatnya, Menlu RI Arrmanatha Nasir, telah memberitahukan kondisi jarak pandang di daerah-daerah terdampak dalam kondisi sangat buruk, sehingga menghambat operasi pemadaman kebakaran dari udara.

“Indonesia memiliki tiga hingga empat pesawat terbang dan 34 helikopter, tetapi mereka tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk, sehingga tidak aman untuk melakukan penerbangan apa pun di daerah-daerah terdampak. Namun, mereka (Indonesia) telah mengerahkan 60.000 orang untuk bertugas di lapangan,” kata Hasan.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia juga menghadapi tantangan karena kebakaran terjadi jauh di pedalaman, pasokan air terbatas, dan api masih terus membara di kawasan lahan gambut.

Operasi penyemaian awan tidak dapat dilakukan saat ini di Indonesia, kata Hasan, karena tidak ada awan kumulonimbus yang memadai.

Dia menambahkan Malaysia mengakui bahwa Pemerintah Indonesia sedang berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan kebakaran tersebut dan turut prihatin atas situasi yang dihadapi negara tersebut.

Namun, Malaysia tetap berharap Indonesia dapat mengambil langkah-langkah lebih efektif, karena situasi saat ini berdampak negatif terhadap masyarakat.

  • Penulis: N Farhan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Perempuan dalam Pembangunan Moral Bangsa

    Peran Organisasi Masyarakat dalam Menjaga Kerukunan Beragama: Data 2023

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Organisasi masyarakat berperan sebagai penghubung antarumat beragama melalui dialog terbuka, kegiatan sosial bersama, dan edukasi nilai toleransi. Dengan menggalang aksi lintas keyakinan, mereka menciptakan ruang aman untuk menyelesaikan potensi konflik dan memperkuat rasa kebersamaan di tingkat lokal. Pendekatan ini membantu menumbuhkan sikap saling menghormati yang menjadi fondasi kerukunan beragama secara berkelanjutan. Ketika ketegangan […]

  • Toleransi Antarumat Beragama Sebagai Perekat Kebangsaan: Di Era Digital

    Toleransi Antarumat Beragama Sebagai Perekat Kebangsaan: Di Era Digital

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Toleransi antarumat beragama memperkuat rasa kebangsaan dengan menumbuhkan rasa saling menghormati serta kerja sama di antara kelompok agama yang berbeda. Ketika masyarakat dapat menerima perbedaan keyakinan, potensi konflik berkurang dan identitas nasional menjadi lebih inklusif, sehingga persatuan negara tetap terjaga. Toleransi antarumat beragama menjadi benang halus yang menautkan beragam identitas menjadi satu bangsa, […]

  • Strategi Mengatasi Stress dan Kecemasan Berbasis Spiritual: Kasus Ibu

    Strategi Mengatasi Stress dan Kecemasan Berbasis Spiritual: Kasus Ibu

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Meditasi atau doa harian membantu menenangkan sistem saraf dengan menurunkan kadar kortisol, sementara refleksi nilai spiritual memberi perspektif yang menyeimbangkan pikiran. Menyisihkan waktu untuk ritual sederhana—seperti menyalakan lilin, menulis jurnal rasa syukur, atau berjalan di alam—memperkuat rasa keterhubungan dan mengurangi kecemasan secara berkelanjutan. Strategi mengatasi stress dan kecemasan berbasis spiritual membantu ibu-ibu menenangkan […]

  • Panduan Menghadapi Musibah dengan Ketabahan dan Ikhtiar: Langkah Bangkit

    Panduan Menghadapi Musibah dengan Ketabahan dan Ikhtiar: Langkah Bangkit

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Menghadapi musibah memerlukan tiga langkah utama: pertama, terima kenyataan dan kelola emosi lewat doa, pernapasan, atau bicara dengan orang terdekat; kedua, bangun ketabahan dengan menegaskan tujuan kecil yang realistis, sehingga pikiran tetap fokus dan tidak terpuruk; ketiga, ambil ikhtiar konkret—misalnya mengatur anggaran darurat, mencari bantuan profesional, atau mengembangkan keterampilan baru—sehingga situasi dapat diatasi […]

  • Ketika FOMO Menghantui: Bagaimana Saya Mengatasi Kerisauan Terhadap Apa yang Dilewatkan

    Ketika FOMO Menghantui: Bagaimana Saya Mengatasi Kerisauan Terhadap Apa yang Dilewatkan

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: FOMO (Fear of Missing Out) adalah perasaan ketakutan ketika seseorang merasa ketinggalan momen atau informasi penting. Seiring waktu, FOMO telah menjadi gangguan mental yang umum dialami oleh 77% masyarakat Indonesia, berdasarkan data penelitian. Untuk mengatasi FOMO, kamu dapat mencoba cara-cara seperti mengatur prioritas, fokus pada kebutuhan, dan bermeditasi untuk meningkatkan kesadaran diri. Pembukaan […]

  • Menkeu Suahasil: Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Lunas

    Menkeu Suahasil: Pakai Surplus BI Rp 55 Triliun, Utang BLBI Akhirnya Lunas

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta. Pencerahnews.com – Pemerintah menggunakan surplus Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 55 triliun untuk melunasi kewajiban surat utang yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis ekonomi 1997-1998. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pelunasan kewajiban tersebut telah rampung pada Agustus 2026. “Saat ini dengan adanya surplus BI Rp 55 triliun yang telah digunakan untuk membayar kembali kewajiban […]

expand_less